- Khidmat, SMP-SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Gelar Wisuda Al-Qur`an XI
- Sembilan Santri MDQ Banyuanyar Jalani Prosesi I`lan Al-Qur`an XXVI, Berikut Daftar Namanya
- I`lan Al-Qur`an XXVI sekaligus Pembukaan MHQ ASEAN 2026 SMP-SMA Tahfidz LPI Darul Ulum Banyuanyar
- Silaturahmi Koordinator Wilayah PJGT/GT, Pertegas Peran Dakwah Sosial
- Transformasi Bersejarah: STAI DUBA Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB)
- Wisuda V IDB Banyuanyar: Menuju World Class University dan Penguatan Sinergi Tokoh Nasional
- Rektor IDB Tekankan Amanah Ilmiah dan Mentalitas Problem Solver bagi Wisudawan
- STAI DUBA Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura
- El Afest Nasional 2025 STAI DUBA Sukses Digelar, Hadirkan Peserta dari Berbagai Pesantren dan Kampus
- Pelantikan Pengurus OSIS dan ISMI Periode 2025–2026 di PP. Darul Ulum Banyuanyar Berlangsung Khidmat
Antara Etika dan Gaya
Artikel

Keterangan Gambar : Antara Etika dan Gaya
oleh : Syaiful Bahri
ALANGKAH indahnya hidup dalam taat terhadap setiap titah Tuhan. Melangkah pasti dan optimis. Penuh keseimbangan antara perhargaan dan syukur akan penciptaan yang penuh akan kasih sayang.
Tak bisa dipungkiri lagi bahwa manusia mempunyai rasa bangga dan ingin dibanggakan. Ingin terlihat sempurna secara fisik di mata manusia lainnya. Dipuja-puja sebab kecantikan yang dimiliki. Hingga lupa diri. Lupa bahwa nilai ilahi itu tidak semata dari fisik saja. Lupa dan memilih untuk bertingkah menurut kehendak diri. Itu kadang disebut bergaya. Fashion.
Baca Lainnya :
- Berikut Daftar Nominator Santri Tauladan Tahun 20180
- STIBA Mengikuti Koordinasi Beasiswa Adiktis di Banjarmasin0
- MDQ Kembali Raih Juara Umum GIA0
- Penutupan GIA1439 Berlangsung Meriah0
- Menang Dramatis, Banyuanyar Melaju ke Babak Delapan Besar LSN 20180
Membahas tentang gaya kadang hal ini yang menjadi penyebab merosotnya topangan hidup. Sampai nilai dan citra seseorang redup. Yaitu Etika atau Ahklaqul Karimah.
Padahal kebanggaan yang mereka idamkan hanya akan mudah didapat dengan menjujung dan mempritaskan kebaikan etika dalam setiap momen keseharian dan kebersamaan. Maka benarlah maqal hikmah ulama' itu :
" بناسل نتسال نتاسنا نتانسا نتانسا نتلانس هخص "
Artinya “ Tak dikatakan sukses seseorang yang sukses kecuali dia telah bisa menghormati dan menghargai orang lain dan tidak dikatakan gagal seseorang yang gagal kecuali apa bila dia tidak bisa menghormati dan menghargai orang lain”
Mengambil hikmah dari maqal tersebut ada cambuk tersendiri bagi kita sang pejuang cinta di mata sesama, bahwasanya dengan etika baiklah kejayaan yang dibanggakan akan mudah dirangkul dan didekap oleh jiwa sang penilai.
Baik Etika bertambah kesederhanaan dalam gaya, karena hidup itu mudah indah yang mahal adalah gaya yang tidak pernah menemukan tempat untuk istirahat dan singgah.
Sehingga tidak sepantasnya dalam bergaya, seseorang melupakan etika. Karena etika itu adalah yang utama. Yang menggambarkan baiknya jiwa manusia. (*)
Video Terkait:











